Multi Level Marketing Menurut Hukum Islam

Multi Level Marketing Menurut Hukum Islam

Belakangan ini semakin banyak muncul perusahaan-perusahaan yang menjual produknya melalui sistem Multi Level Marketing (MLM). Karena itu, perlu dibahas hukumnya menurut syari’ah Islam. Kajian ini dianggap semakin penting setelah lahirnya perusahaan MLM yang menamakan perusahaannya dengan label syariah. Oleh karena banyaknya perusahaan MLM yang berkembang, maka Dewan Syariah Nasional MUI telah mengeluarkan fatwa terkait MLM tersebut, Nama fatwa DSN tersebut adalah Penjualan Langsung Berjenjang Syariah (PLBS) atau at-Taswiq asy-Syabakiy.

Sistem Pemasaran MLM

Pakar marketing ternama  Don Failla, membagi  marketing menjadi tiga macam. Pertama, retail (eceran), Kedua, direct selling (penjualan langsung ke konsumen), Ketiga multi level marketing (pemasaran berjenjang melalui jaringan distribusi yang dibangun dengan memposisikan pelanggan sekaligus sebagai tenaga pemasaran). Bahkan Robert Kiyosaki, menempatkan orang yang bergerak di bidang MLM ini berada pada quadran III, termasuk sebagai profesional yang strategis.

Kemunculan trend strategi pemasaran produk melalui sistem MLM di dunia bisnis modern sangat menguntungkan banyak pihak, seperti pengusaha (baik produsen maupun perusahaan MLM).Hal ini disebabkan karena adanya penghematan biaya dalam iklan,  Bisnis ini juga menguntungkan para distributor yang berperan sebagai simsar (Mitra Niaga) yang ingin bebas (tidak terikat) dalam bekerja.

Sistem marketing MLM yang lahir pada tahun 1939  merupakan kreasi dan inovasi marketing yang melibatkan masyarakat konsumen dalam kegiatan usaha pemasaran dengan tujuan agar masyarakat konsumen dapat menikmati tidak saja manfaat produk, tetapi juga manfaat finansial dalam bentuk insentif, hadiah-hadiah, haji dan umrah, perlindungan asuransi, tabungan hari tua dan bahkan kepemilikan saham perusahaan.(Ahmad Basyuni Lubis, Al-Iqtishad, November 2000).

Perspektif Islam

Bisnis dalam syari’ah Islam pada dasarnya termasuk kategori muamalat yang hukum asalnya adalah boleh berdasarkan kaedah Fiqh,”Al-Ashlu fil muamalah al-ibahah hatta yadullad dalilu ‘ala tahrimiha (Pada dasarnya  segala hukum dalam muamalah adalah boleh, kecuali ada dalil/prinsip yang melarangnya)

Islam memahami bahwa perkembangan sistem dan budaya bisnis berjalan begitu cepat dan dinamis. Berdasarkan kaedah fikih di atas, maka terlihat bahwa  Islam memberikan jalan bagi manusia untuk melakukan berbagai improvisasi dan inovasi melalui sistem, teknik dan mediasi dalam melakukan perdagangan.

Namun, Islam mempunyai prinsip-prinsip  tentang pengembangan sistem bisnis yaitu harus terbebas dari unsur  dharar (bahaya), jahalah (ketidakjelasan) dan zhulm ( merugikan atau tidak adil terhadap salah satu pihak). Oleh karena itu, sistem pemberian bonus  harus adil, tidak menzalimi dan tidak hanya menguntungkan orang yang di atas. Bisnis juga harus terbebas dari unsur MAGHRIB, singkatan dari lima unsur. 1, Maysir (judi), 2, Gharar (penipuan), 3 Haram,4, Riba (bunga) dan 5  Bathil.

Kalau kita ingin mengembangkan bisnis MLM, maka ia harus  terbebas dari unsur-unsur di atas. Oleh karena itu, barang atau jasa yang dibisniskan serta tata cara penjualannya harus halal, tidak syubhat dan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syari’ah.di atas.

MLM yang menggunakan strategi pemasaran secara bertingkat (levelisasi) mengandung unsur-unsur positif, asalkan diisi dengan nilai-nilai Islam dan sistemnya disesuaikan dengan syari’ah Islam. Bila demikian, MLM dipandang memiliki unsur-unsur silaturrahmi, dakwah dan tarbiyah. MenurutMuhammad Hidayat, Dewan syari’ah MUI Pusat, metode semacam ini pernah digunakan Rasulullah dalam melakukan dakwah Islamiyah pada awal-awal Islam. Dakwah Islam pada  saat itu dilakukan melalui teori gethok tular (mulut ke mulut) dari sahabat satu ke sahabat lainnya. Sehingga pada suatu ketika Islam dapat di terima oleh masyarakat kebanyakan.(Lihat, Azhari Akmal Tarigan, Ekonomi dan Bank Syari’ah, FKEBI IAIN, 2002, hlm. 30)

Bisnis yang dijalankan dengan sistem MLM tidak hanya sekedar menjalankan penjualan produk barang, tetapi juga jasa, yaitu jasa marketing yang berlevel-level (bertingkat-tingkat) dengan imbalan berupa marketing fee, bonus, hadiah dan sebagainya, tergantung prestasi, dan level seorang anggota. Jasa marketing yang bertindak sebagai perantara antara produsen dan konsumen. Dalam istilah fikih Islam hal ini disebut Samsarah / Simsar. (Sayyid Sabiq, Fikih Sunnah, jilid II, hlm 159)

Kegiatan samsarah dalam bentuk distributor, agen, member atau mitra niaga dalam fikih Islam termasuk dalam akad ijarah. yaitu suatu transaksi memanfaatkan jasa orang lain dengan imbalan, insentif atau bonus  (ujrah) Semua ulama membolehkan akad seperti ini (Fikih Sunnah, III, hlm 159).

Sama halnya seperti cara berdagang yang lain, strategi MLM harus memenuhi rukun jual beli serta akhlak (etika) yang baik. Di samping itu komoditas yang dijual harus halal (bukan haram maupun syubhat), memenuhi kualitas dan bermafaat. MLM tidak boleh memperjualbelikan produk yang tidak jelas status halalnya. Atau menggunakan modus penawaran (iklan) produksi promosi tanpa mengindahkan norma-norma agama dan kesusilaan.

Multi Level Marketing (MLM) konvensional tentulah belum bisa disebut syariah, kecuali lolos sekian syarat kesyariahan. Berikut ini syarat-syarat agar sebuah perusahaan MLM menjadi syariah.

10 + 2   Syarat agar  syari’ah

  1. Produk yang dipasarkan harus berkualitas, halal, thayyib dan menjauhi syubhat (Syubhat adalah sesuatu yang masih meragukan).
  2. Sistem akadnya harus memenuhi kaedah dan rukun jual beli sebagaimana yang terdapat dalam hukum Islam (fikih muamalah)
  3. Operasional, kebijakan, corporate culture, maupun sistem akuntansinya harus sesuai syari’ah
  4. Strukturnya memiliki Dewan Pengawas Syari’ah (DPS) yang terdiri dari para ulama  yang memahami masalah ekonomi.
  5. Formula intensif harus adil, tidak menzalimi dan berorientasi kemaslahatan/falah.
  6. Tidak ada excessive mark up harga barang (harga barang di mark up sampai dua kali lipat), sehingga konsumen dan anggota terkana praktek terlarang dalam bentuk ghabn fahisy dengan harga yang amat mahal, tidak sepadan dengan kualitas dan manfaat yang diperoleh.
  7. Bonus yang diberikan harus jelas angka nisbahnya sejak awal.
  8. Tidak ada eksploitasi dalam aturan pembagian bonus antara  orang yang awal menjadi anggota dengan yang akhir.
  9. Pembagian bonus harus mencerminkan usaha masing-masing anggota.
  1. Tidak menitik beratkan  barang-barang tertier ketika ummat masih bergelut dengan pemenuhan kebutuhan primer.
  2. MLM tidak boleh menggunakan sistem piramida yang merugikan orang yang paling belakangan masuk sebagai member. .Dalam MLM yang produknya jasa (umrah- dan haji), sistem ini persis berbentuk money game. Pada hakikatnya, orang yang paling bawah memberi ongkos kepada up linenya untuk berangkat haji duluan, sementara down line yang paling bawah harus berjuang mencari down linenya, dan begitulah seterusnya. Dalam sistem ini, pasti ada orang yang belakangan masuk, dan jumlahnya cukup besar. Merekalah yang membiayai up linenya pergi haji dan umrah. Jadi harus dibedakan MLM yang menjual produk barang, dengan MLM yang menjual jasa. MLM yang menjual produk barang saja, bisa terjebak menjadi money game, jika biaya masuk demikian tinggi, sedangkan barang yang diperjualbelikan hanya kedok belaka. ApalagiMLMyang produknya jasa. Masih ingat MLM yang menjual produk penghemat listrik yang dijual Rp 150.000,-, Padahal harga sebenarnya hanya Rp 15.000,-.
  3. Cara penghargaan kepada mereka yang berprestasi tidak boleh mencerminkan hura-hura dan  pesta yang tidak syari’ah.

Kalau ada para profesor yang sempat mendukung MLM yang berkedok money game, pastilah mereka bukan pakar ekonomi keuangan, dan mungkin bukan professor di bidang hukum ekonomi Islam, melainkan mereka adalah Professor di bidang pendidikan atau filsafat, sehingga tidak memahami masalah ekonomi keuangan dengan baik.

Insentif dan Penghargaan

Perusahaan MLM biasa memberi reward atau insentif pada mereka yang berprestasi. Islam  membenarkan seseorang mendapatkan insentif lebih besar dari yang lainnya disebabkan keberhasilannya dalam memenuhi target penjualan tertentu, dan melakukan berbagai upaya positif dalam memperluas jaringan dan levelnya secara produktif. Kaidah Ushul Fiqh mengatakan:” Besarnya ijrah (upah) itu tergantung pada kadar kesulitan dan pada kadar kesungguhan.”

Penghargaan kepada Up Line yang mengembangkan jaringan (level) di bawahnya (Down Line) dengan cara bersungguh-sungguh, memberikan pembinaan (tarbiyah, pengawasan serta keteladanan prestasi (uswah) memang patut di lakukan. Dan atas jerih payahnya itu ia berhak mendapat bonus dari perusahaan, karena ini selaras dengan sabda Rasulullah:” “Barangsiapa di dalam Islam berbuat suatu kebajikan maka kepadanya diberi pahala, serta pahala dari orang yang mengikutinya tanpa dikurangi sedikitpun”(hadist).

Intensif diberikan dengan merujuk skim ijarah. Intensif ditentukan oleh dua kriteria, yaitu dari segi prestasi penjualan produk dan dari sisi berapa berapa banyak down line yang dibina sehingga ikut menyukseskan kinerja.  ‎

Dalam hal menetapkan nilai insentif ini, ada tiga  syarat syari’ah yang harus dipenuhi, yakni:adil, terbuka, dan berorientasi falah (keuntungan dunia dan akhirat). Insentif (bonus) seseorang (Up line ) tidak boleh mengurangi hak orang lain di bawahnya (down line), sehingga tidak ada yang dizalimi. Sistem intensif juga harus transparan diinformasikan kepada seluruh anggota, bahkan dalam menentukan sistemnya dan pembagian insentif (bonus), para anggota perlu diikutsertakan, sebagaimana yang terjadi di MLM Syari’ah Ahad-Net Internasional. Dalam hal ini tetap dilakukan musyawarah, sehingga penetapan sistem bonus tidak sepihak. Selanjutnya, keuntungan dalam bisnis MLM, berorientasi pada keuntungan duniawi dan ukhrawi. Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin mengatakan bahwa keuntungan dalam Islam adalah keuntungan dunia dan akhirat. Keuntungan akhirat maksudnya, bahwa dengan menjalankan bisnis itu, seseorang telah dianggap menjalankan ibadah, (asalkan bisnisnya sesuai dengan syari’ah). Dengan bisnis, seseorang  juga telah membantu orang lain dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Penting disadari, pemberian penghargaan dan cara menyampaikannya hendaknya tetap dalam koridor tasyakur, untuk menghindarkan penerimanya dari takabur (bangga/sombong) dan  kufur nikmat, apalagi melupakan Tuhan.  MLM yang Islami  senantiasa berpedoman pada akhlak Islam..

Sebagaimana disebut di atas bahwa penghargaan yang diberikan kepada anggota  yang sukses  mengembangkan jaringan, dan secara sungguh-sunguh memberikan pembinaan (tarbiyah), pengawasan serta keteladanan prestasi (uswah), harus selaras dengan ajaran agama Islam. Karena itu,   applause ataupun gathering party yang diberikan atas prestasi seseorang, haruslah sesuai dengan nilai-nilai aqidah dan akhlak. Banyak MLM yang cara dan budaya pemberian penghargaannya, bertentangan dengan syariah, hura-hura, berpelukan antara pria wanita, aurat yang dipertontonkan, dsb.

Ekspressi penghargaan atas kesuksesan anggota MLM, tidak boleh melampaui batas (bertantangan dengan ajaran Islam). Applause yang diberikan juga tidak boleh mengesankan kultus individu, mendewakan seseorang. Karena hal itu dapat menimbulkan penerimanya menjai takabbur, dan ‘ujub. Perayaan  kesuksesan seharusnya  dilakukan dalam bingkai tasyakkur. (Lihat, Drs.H.Muhammad Hidayat, MBA, Analisis Teoritis Normatif MLM dalam Perspektif Muamalah, 2002)

Karena itu pula,  Islam sangat mengecam seseorang yang dalam menjalankan aktivitas bisnis dan perdagangannya semakin jauh dari nilai-nilai ketuhanan. Firman Allah, “ Mereka tidak lalai  dari mengingat Allah dalam melakukan  bisnis dan jual beli. Mereka mendirikan shalat dan membayar zakat”… (QS.24:37)

Dari ayat tersebut dapat ditarik pemahaman bahwa  seluruh aktivitas bisnis  tidak boleh melupakan  Tuhan dan jauh dari nilai-nilai keilahian, baik dalam kegiatan produksi, distribusi, strategi pemasaran, maupun pada saat menikmati kesuksesan (menerima penghargaan dan applause).

Jadi, dalam menjalankan bisnis MLM perlu diwaspadai dampak negatif psikologis yang mungkin timbul, sehingga membahayakan kepribadian, seperti yang dilansir Dewan Syari’ah Partai Keadilan, yaitu adanya eksploitasi obsesi yang berlebihan untuk mencapai terget jaringan dan penjualan. Karena terpacu oleh sistem ini, suasana yang tak kondusif kadang mengarah pada pola hidup hura-hura ala jahiliyah, seperti ketika mengadakan acara pertemuan para member.

Kewajaran Harga Produk

Setiap perdagangan pasti berorientasi pada  keuntungan. Namun Islam sangat menekankan kewajaran dalam memperoleh keuntungan tersebut. Ibnu Taymiyah secara khusus membahas harga yang wajar dan harga yang adil.  Harga produk yang  wajar artinya  tidak dimark up sedemikian rupa dalam harga yang amat mahal, sebagaimana yang banyak terjadi di perusahaan bisnis MLM saat ini. MLM membuat harga yang tidak wajar itu, karena ingin diberikan kepada members, akibatnya margin keuntungan  terlalu tinggi, dimana jauh di atas harga pasar. Praktek ini  termasuk dalam kategori ghabn fahisy.(penipuan yang keji) Qanun Khilafah Islamiyah Turkiy Usmani, bernama Al-Majallah al-Ahkam al-’adliyah, mengatur tentang ghabn fahisy dalam harga-harga produk dan menghukum pelaku/pedagang yg melakukannya.

Sekalipun Al-quran dan hadits tidak menentukan secara fixed besaran nominal keuntungan yang wajar dalam perdagangan, namun dengan tegas Al-quran berpesan, agar pengambilan keuntungan dilakukan secara fair, saling ridha dan menguntungkan. Firman Allah :

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang   saling ridha di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah maha Penyayang kepadamu. )QS.4:29).

Dalam konteks ini, tidak sedikit masyarakat yang berpendapat bahwa produk yang ditawarkan perusahaan MLM sangat mahal dan terlalu eksklusif, sehingga kerap kali memberatkan anggota yang berada di level bawah (down line) serta masyarakat pemakai dan sangat menguntungkan level di atasnya (up line). Seringkali harga produk dimark up sampai dua bahkan tiga kali lipat dari harga yang sepatutnya. Hal ini seharusnya dihindari, karena cara ini adalah mengambil keuntungan dengan cara yang bathil, karena mengandung unsur kezaliman, yakni memberatkan masyarakat konsumen.

Fatwa DSN MUI tentang MLM

DSN MUI sudah mengeluarkan fatwa tentang MLM dengan nama Penjualan Langsung Berjenjang Syariah No 75 Tahun 2009.. DSN MUI menetapkan sebagai berikut :

1, Penjualan  Langsung Berjenjang  adalah  cara penjualan barang atau jasa melalui jaringan pemasaran yang dilakukan oleh perorangan atau badan usaha kepada sejumlah perorangan atau badan usaha lainnya secara berturut-turut

  1. Barang adalah setiap benda berwujud, baik bergerak maupun tidak bergerak, dapat dihabiskan maupun tidak dapat dihabiskan, yang dapat dimiliki, diperdagangkan, dipakai, dipergunakan, atau dimanfaatkan oleh konsumen.
  2. Produk jasa adalah setiap layanan yang berbentuk pekerjaan atau pelayanan untuk dimanfaatkan oleh konsumen.
  3. Perusahaan adalah badan usaha yang berbentuk badan hukum yang melakukan kegiatan usaha perdagangan barang dan atau produk jasa dengan sistem penjualan langsung yang terdaftar menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  4. Konsumen adalah pihak pemakai barang dan atau jasa, dan tidak untuk diperdagangkan.
  5. Komisi adalah imbalan yang diberikan oleh perusahaan kepada mitra usaha atas penjualan yang besaran maupun bentuknya diperhitungkan berdasarkan prestasi kerja nyata, yang terkait langsung dengan volume atau nilai hasil penjualan barang dan atau produk jasa.
  6. Bonus adalah tambahan imbalan yang diberikan oleh perusahaan kepada mitra usaha atas penjualan, karena berhasil melampaui target penjualan barang dan atau produk jasa yang ditetapkan perusahaan.
  7. Ighra’ adalah daya tari luar biasa yang menyebabkan orang lalai terhadap kewajibannya demi melakukan hal-hal atau transaksi dalam rangka mempereroleh bonus atau komisi yang dijanjikan.
  8. Money Game adalah kegiatan penghimpunan dana masyarakat atau penggandaan uang dengan praktik memberikan komisi dan bonus dari hasil perek-rutan/pendaftaran Mitra Usaha yang baru/bergabung kemudian dan bukan dari hasil penjualan produk, atau dari hasil penjualan produk namun produk yang dijual tersebut hanya sebagai kamuflase atau tidak mempunyai mutu/kualitas yang dapat dipertanggung jawabkan.
  9. Excessive mark-up adalah batas marjin laba yang ber-lebihan yang dikaitkan dengan hal-hal lain di luar biaya.
  10. Member get member adalah strategi perekrutan keang-gotaan baru PLB yang dilakukan oleh anggota yang telah terdaftar sebelumnya.
  11. Mitra usaha/stockist adalah pengecer/retailer yang men-jual/memasarkan produk-produk penjualan langsung.

Ketentuan Hukum Islam :

Praktik PLBS wajib memenuhi ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

  1. Adanya obyek transaksi riil yang diperjualbelikan berupa barang atau produk jasa;
  2. Barang atau produk jasa yang diperdagangkan bukan sesuatu yang diharamkan dan atau yang dipergunakan untuk sesuatu yang haram;
  3. Transaksi dalam perdagangan tersebut tidak mengandung unsur gharar, maysir, riba, dharar, dzulm, maksiat;
  4. Tidak ada kenaikan harga/biaya yang berlebihan (excessive mark-up), sehingga merugikan konsumen karena tidak sepadan dengan kualitas/manfaat yang diperoleh;
  5. Komisi yang diberikan oleh perusahaan kepada anggota baik besaran maupun bentuknya harus berdasarkan pada prestasi kerja nyata yang terkait langsung dengan volume atau nilai hasil penjualan barang atau produk jasa, dan harus menjadi pendapatan utama mitra usaha dalam PLBS;
  6. Bonus yang diberikan oleh perusahaan kepada anggota (mitra usaha) harus jelas jumlahnya ketika dilakukan transaksi (akad) sesuai dengan target penjualan barang dan atau produk jasa yang ditetapkan oleh perusahaan;
  7. Tidak boleh ada komisi atau bonus secara pasif yang diperoleh secara reguler tanpa melakukan pembinaan dan atau penjualan barang dan atau jasa;
  8. Pemberian komisi atau bonus oleh perusahaan kepada anggota (mitra usaha) tidak menimbulkan ighra’.
  9. Tidak ada eksploitasi dan ketidakadilan dalam pembagian bonus antara anggota pertama dengan anggota berikutnya;
  10. Sistem perekrutan keanggotaan, bentuk penghargaan dan acara seremonial yang dilakukan tidak mengandung unsur yang bertentangan dengan aqidah, syariah dan akhlak mulia, seperti syirik, kultus, maksiat dan lain-lain;
  11. Setiap mitra usaha yang melakukan perekrutan keanggotaan berkewajiban melakukan pembinaan dan pengawasan kepada anggota yang direkrutnya tersebut;

12.Tidak melakukan kegiatan money game.

Demikianlah isi fatwa DSN-MUI mengenai MLM Syariah yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional pada tahun 2009.

Missi MLM Syari’ah

Selanjutnya saya merumuskan bahwa usaha bisnis MLM, (khususnya yang dikelola oleh kaum muslimin), seharusnya memiliki misi mulia dibalik kegiatan bisnisnya. Di antara misi mulia itu adalah :

  1. Mengangkat derjat ekonomi ummat melalui usaha yang sesuai dengan tuntunan syari’at Islam.
  2. Meningkatkan jalinan ukhuwah ummat Islam di seluruh dunia
  3. Membentuk jaringan ekonomi ummat yang berskala internasional, baik jaringan produksi, distribusi maupun konsumennya sehingga dapat mendorong kemandirian dan kejayaan ekonomi ummat.
  4. Memperkokoh ketahanan akidah dari serbuan idiologi, budaya dan produk yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islami.
  5. Mengantisipasi dan mempersiapkan strategi dan daya saing menghadapi era globalisasi dan teknologi informasi.
  6. Meningkatkan ketenangan konsumen dengan tersedianya produk-produk halal dan   thayyib.

Sumber:

Multi Level Marketing Menurut Hukum Islam

Download Salinan Fatwa MUI Tentang Penjualan Langsung Berbasis Syariah:
FATWA MUI TENTANG MLM

Keunggulan Bisnis Jaringan (Network)

Keunggulan Bisnis Jaringan (Network)
Cahflow Quadrant

 

Bisnis Online Black Walet Indonesia
Bisnis Pemasaran Jaringan seringkali dikaitkan dengan kegiatan jaringan, sebagai suatu konsep sederhana dan menjadi bagian dari keseharian hidup kita. Bisnis jaringan adalah pemasaran melalui jejaring. Serupa seperti jika anda pergi ke suatu restoran yang enak maka anda akan segera memberitahukan semua orang tentang pengalaman anda tentang restoran tersebut, bedanya anda mendapat komisi setiap kali anda membuat rekomendasi. Keunggulan bisnis jaringan yaitu :
  • Memulai bisnis dengan modal kecil
  • Dapat sukses di usia muda..
  • Pelipatgandaan Penghasilan.
  • Tidak dibatasi oleh tempat dan waktu.
  • Anda akan dilatih dan dibimbing oleh seorang distributor sukses.
  • Menghasilkan passive income yang besar.
  • Kebebasan Waktu.
  • Pengembangan mental dan kepemimpinan secara teori dan praktek.

Banyak orang tidak mengerti bisnis Network Marketing atau Multi Level Marketing, berbicara seperti orang yang menguasai Network Marketing atau Multi Level Marketing, dan bahkan ada yang sangat membenci bisnis Multi Level Marketing.Multi Level Marketing berbeda dengan Money Game yang berkedok Multi Level Marketing, karena yang namanya bisnis MLM anda mendapat produk untuk anda konsumsi sendiri atau orang lain dan anda member testimoni

Keputusan anda hari, menentukan masa depan anda hari esok.

Mati itu sudah pasti, tetapi sukses di bisnis Network itu tidak pasti, kalau anda mengerjakannya setengah hati. Dan sukses untuk anda yang telah menentukan keputusan, hari depan anda seperti apa tergantung siapa teman anda dan apa buku bacaan anda, serta bisnis yang menjanjikan itu apa?

Anda sebaiknya mempertimbangkan bisnis network marketing sebagai bisnis alternatif yang menjanjikan. Ada tujuh belas alasan mengapa Anda perlu mempertimbangkan network marketing untuk karir masa depan Anda. MLM adalah bisnis yang cukup fantastik karena di Amerika sana, di Malaysia serta beberapa negara dan juga termasuk di negara kita Indonesia sekarang ini dapat menjadikan para pekerja kerah biru/pekerja kasar mempunyai gaji menyamai bahkan melebihi para CEO perusahaan terkenal di sana. Berikut Keunggulan Bisnis Pemasaran Jaringan:

Pertama: Bekerja menurut jam dan keinginan anda
Seorang distributor MLM pernah mengatakan,Kenapa saya ikut MLM? Karena, di mana lagi saya bisa dapat bonus jutaan rupiah sebulan bahkan harian tanpa harus absen setiap pagi di kantor? Atau pada pelaku pemula yang masih awam dan awal dalam menjalankannya sudah mendapat ratusan ribu hanya dalam beberapa menit memperkenalkan dan mempresentasikan. Pernyataan tersebut tidak salah sama sekali, sebab anda memang anda dapat mengerjakan bisnis ini kapan saja anda merasa perlu untuk bekerja.

Kedua: Modal minimal, tak perlu kantor, maupun peralatan mahal.
Apabila ingin memiliki sebuah bisnis sendiri, setidaknya anda perlu modal untuk: sewa kantor, gaji pegawai, biaya administrasi, dll. Sebuah toko yang paling sederhana pun akan membutuhkan investasi minimal puluhan juta untuk memulainya.

Coba hitung berapa uang yang anda keluarkan tentunya, karena pada awalnya mereka memanfaatkan produknya tapi begitu tahu sisi bisnisnya maka banyak diantara mereka mengembangkan sisi bisnisnya karena tahu potensi yang tersembunyi dari bisnisnya.

Ketiga: Anda menentukan penghasilan anda sendiri.
Semua yang akan anda capai dan nikmati tergantung dari kesungguhan atau komitmen anda, bukan berdasarkan jenis pekerjaan anda. Misalnya berapa gaji seorang sekretaris dengan pengalaman 2 tahun di perusahaan asing? Dua juta? Tiga juta? Atau, mungkinkah seorang office boy mendapatkan penghasilan seorang pengacara? Dalam bisnis konvensional hal tersebut tidak akan terjadi, sebab mereka dibayar berdasarkan JENIS atau tingkatan pekerjaan mereka. Sedangkan dalam bisnis Network Marketing, ribuan orang dari berbagai latar belakang telah terbukti mampu mendapatkan penghasilan jauh di atas pendapatan teman-teman kerja setingkatnya. Apakah anda bisa mempercayai bahwa seorang ibu rumah tangga biasa atau supir truk sampah bisa menghasilkan bonus belasan bahkan puluhan (atau bahkan ratusan) juta per bulan? Itulah bukti dan kesempatan yang tersedia lewat bisnis Network Marketing.

Keempat: Bekerja untuk anda sendiri, tapi tidak sendirian.
Dalam menjalankan bisnis ini anda akan mendapatkan dukungan dan konsultasi dari para up line dan pihak perusahaan yang siap untuk memberikan presentasi, berbicara lebih lanjut dengan prospek anda, bahkan memberikan pelatihan dan pendidikan kepada jaringan anda. Oleh sebab itu anda membutuhkan jajaran upline yang kredibel dan mampu mengajarkan kepada anda bagaimana mencapai sukses.

Kelima: Mendapatkan penghasilan yang sifatnya residual
Dengan mengembangkan organisasi/jaringan Network Marketing, hasil kerja anda di masa lampau tidak hilang, bahkan apabila anda mengerjakannya dengan benar, hasil-hasil tersebut terus terakumulasi.Keenam, Tidak perlu membayar franchise-fee atau honorarium.
Pada saat bergabung dengan sebuah perusahaan yang benar, investasi anda paling-paling adalah biaya pembelian starter kit yang jumlahnya tidak lebih dari puluhan ribu rupiah. Mungkin anda membutuhkan beberapa produk untuk memulai bisnis anda, tapi jangan menumpuk produk lebih daripada yang bisa anda jual/pakai.
Ketujuh: Anda sukses dengan membantu orang lain untuk sukses.
Suatu keuntungan bagi semua pihak, sedangkan di bisnis konvensional terkadang anda dapat naik posisi apabila teman-teman anda tetap di bawah. Misalnya, direktur di perusahaan anda memasuki masa pensiun dan anda beserta 5 teman anda adalah calon penggantinya. Maka agar anda terpilih sebagai direktur yang baru, anda harus menjadi lebih tinggi dari teman-teman anda. Dengan kata lain, anda dapat naik bila teman-teman anda tetap di bawah. Dalam Network Marketing justru sebaliknya: anda dapat mencapai sukses bila anda bisa membantu banyak orang mencapai sukses. Struktur bisnis konvensional adalah struktur piramida yang sebenarnya.
Kedelapan: Tidak perlu mengerjakan akunting dan masalah pembukuan lainnya.
Pihak perusahaan telah menyediakan semua sistem bagi anda, mulai dari inventaris produk, penghitungan sistem bonus, SDM, training, program promosi, brosur, akunting, dll. Jadi fokus anda hanyalah bagaimana mengembangkan bisnis dan menikmati seluruh hasilnya, tanpa anda harus pusing dengan masalah administrasi dan peraturan pemerintah lainnya.Kesembilan: Bekerja darimanapun anda
Inginkah anda dapat bekerja sambil berwisata ? Kenapa tidak ? Distributor sukses Network Marketing tidak tergantung pada suatu tempat untuk mengembangkan bisnisnya, mereka bahkan seringkali mampu menikmati liburan sepanjang tahun sementara bisnis dan organisasi/ jaringannya terus berkembang.Kesepuluh: Bisnis keluarga harmonis
Seringkali dalam perusahaan Network Marketing mengadakan promosi tambahan untuk jalan-jalan, umroh keluarga, misalnya. Nah, kini target tersebut seharusnya menjadi tanggung jawab seluruh keluarga untuk mempromosikan dan mengembangkan bisnis Network Marketing tersebut. Dengan kata lain, kini seluruh anggota keluarga dapat bekerja sama sebagai suatu tim dengan tujuan yang sama, sehingga hubungan keluarga semakin harmonis. Jadi besar kecilnya bisnis anda tergantung anda bagaimana mengembangkannya

Kesebelas: Tidak ada batas wilayah.
Anda bahkan didukung oleh pihak perusahaan untuk mengembangkan bisnis hingga ke luar negeri, sehingga anda bisa mendapatkan penghasilan dari seluruh penjuru dunia tanpa harus pernah ke tempat tersebut dan dari orang-orang yang tidak pernah anda kenal.Bisa dibayangkan anda berhasil merekrut mereka menjadi member dan member bukan hanya sekedar member tapi ybs. ingin menjadi leader dan berapa banyak keberhasilan anda menciptakan mereka-mereka menjadi leader organisasi jaringan andaKarena bisnis Networking itu 1+1>10 (baca: 1 tambah 1 bisa menjadi lebih dari sepuluh, seratus, bahkan seribu).

Ini salah satu kelebihan bisnis Network Marketing atau Multi Level Marketing, anda bisa punya jaringan dimana saja termasuk di Irak, Kanada, Surabaya, Sumtra, bahkan diberbagai belahan dunia tentunya

Keduabelas: Tidak perlu memasang iklan.
Salah satu kelebihan Network Marketing adalah presentasi langsung kepada konsumen sekaligus menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka. Apabila anda membeli suatu produk di supermarket, apakah ada yang dapat memberikan penjelasan dan jaminan kepada anda tentang produk tersebut? Kebanyakan hanya akan terbuai oleh para selebriti yang menjadi bintang iklan produk tersebut, padahal belum tentu selebriti tersebut telah merasakan manfaat produknya. Informasi inilah yang harus anda berikan kepada konsumen anda dan sebagai imbalannya anda mendapatkan bonus dari perusahaan, menggantikan selebriti yang seharusnya mengiklankan produk tersebut.Ketigabelas: Pengembalian modal dalam jangka pendek.
Network Marketing adalah suatu bisnis yang bisa anda mulai dengan modal beberapa ratus atau juta rupiah. Dengan etika dan etos kerja yang benar, selayaknya anda dapat mengembalikan investasi anda dan menyiapkan dana operasional dalam waktu yang relatif singkat, antara tiga hingga enam bulan. Bandingkan dengan bisnis lain yang umumnya membutuhkan investasi ratusan juta bahkan milyaran dan berapa lama serta berapa besar resikonya sebelum anda mampu mencapai break even point?
Keempatbelas: Berkumpul dengan orang-orang yang positif dan bermotivasi.
Sikap positif dan motivasi tinggi adalah modal utama untuk mencapai sukses di bisnis apapun. Dalam bisnis ini anda akan menemukan banyak teman yang dapat saling memotivasi pada saat kita membutuhkannya. Bahkan pihak perusahaan dapat mengajarkan kepada anda bagaimana anda dapat memberikan motivasi dan membangkitkan semangat kepada orang lain. Network Marketing adalah suatu bisnis yang penuh dengan kesempatan bagi kita untuk mengembangkan kepribadian dan menjadi lebih baik. Dan hebatnya lagi aura positif itu menyebar pada sesama Networker apalagi yang berposisi Leader karena menunjukkan eksistensi dan jati diri mereka dengan organisasi yang dibangun tentunya.Kelimabelas: Tidak perlu pengalaman.
Semua program pelatihan telah dirancang dan para pelatihnya telah disediakan oleh perusahaan yang bersangkutan. Bahkan anda bisa mendapatkan penghasilan selagi mengikuti masa pelatihan. Bandingkan dengan bisnis konvensional yangg seringkali kita harus memiliki suatu keahlian tertentu yang masa belajarnya bertahun- tahun sebelum dapat mulai bekerja, apalagi mendapatkan penghasilan yang besar.Keenambelas: Timing atau pilihan waktu yang prima.
Industri Network Marketing saat ini sebesar US$125 Milyar per tahun dan terus berkembang sekitar 20% 30% per tahun. Bahkan dalam dekade ini akan semakin banyak perusahaan raksasa menyadari potensi Network Marketing dan akan segera ikut memanfaatkan tren tersebut. Wall street journal memperkirakan baru 3% orang bergabung dengan bisnis ini dan akan berkembang hingga 20%. Jadi hal ini merupakan kesempatan bagi anda menjadi pelopor suatu industri raksasa.

Banyak para pelaku bisnis ini membangunnya pada saat memanfaatkan waktu luangnya daripada nongkrong nggak karuan tentunya, mendingan membangun bisnis network marketing tentunya.

Pamungkas: Sinergi usaha yang luar biasa.
Mungkin ada beberapa bisnis yang memiliki kelebihan-kelebihan Network Marketing di atas, tapi adakah SATU peluang yang memiliki semuanya? Rasanya Network Marketing masih merupakan sistem wirausaha yang paling menjanjikan. Saya sendiri merasa senang berbagi dengan saudara-saudara dan teman-teman kami atas peluang usaha ini dengan memberikan gambaran bahwa usaha ini bisa dianggap sebagai tambahan kenaikan gaji kita di kantor tiap tahun atau bulan, dengan begitu mereka banyak tertarik karena di jaman susah begini dan kebetulan banyak keluarga dan teman saya juga kesusahan dan di gaji kantornya sudah tidak naik bertahun-tahun sangat tertarik dengan peluang ini, akan tetapi setelah mereka tertarik saya memberikan gambaran bahwasanya kerja MLM juga cukup berat malunya, waktunya, tapi itu hanya diawalnya saja dan seterusnya apabila kita tekun insya Allah semua akan tergantikan dalam jangka waktu hanya 3 atau 4 tahun saja dengan mengganti rencana Empat Puluh Tahun kita. (Ucapan ini disadur dari buku yang saya baca). Yakni usaha 3 hingga 4 tahun kerja keras insya Allah akan menggantikan pendapatan kita selama empat puluh tahun dan mungkin melebihinya. Buat saya “jangan pernah berfikir gengsi kalau anda tidak punya uang, tapi anda pasti jadi orang bergengsi kalau anda punya uang”

Jangan ragu untuk bergabung dalam bisnis pemasaran jaringan karena banyak manfaatnya dan keunggulannya dibandingkan dengan bisnis konvensional. Manfaat yang dirasakan adalah keinginan yang besar untuk memiliki bisnis dan usaha untuk menambah penghasilan. Kunjungi Official Website Black Walet Indonesia.